TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Amerika dan RI Bangun Kepercayaan dengan Latihan Militer
Maka AS tahun ini lanjutkan latihan militer gabungan dengan TNI.

VIVA.co.id – Kerjasama militer merupakan salah satu hal yang menonjol dalam hubungan Indonesia - Amerika Serikat.  Salah satu kerja sama rutin yang digarap militer AS dan TNI adalah Kerja Sama Kesigapan dan Pelatihan Maritim (CARAT). Ini latihan tahunan militer AS dan Tentara Nasional Indonesia, yang sudah 22 kali dilakukan sejak 1995. Terakhir kali berlangsung pada 3-8 Agustus 2016.

CARAT adalah latihan rutin antara militer AS dan TNI Angkatan Laut yang mencakup sejumlah bidang, di antaranya peperangan anti-kapal selam, operasi tempur terbatas, dan patroli maritim. Di ajang itu, personel militer kedua negara juga bertukar pikiran dalam seminar dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Lebih dari 500 personel militer AS terlibat dalam program CARAT di Indonesia.

Komandan Gugus Tugas 73 dari Angkatan Laut AS, Laksamana Muda Don Gabrielson, memastikan bahwa latihan militer AS dan TNI tahun ini tetap dilanjutkan. Latihan ini perlu dilanjutkan kedua pihak mengingat maraknya sejumlah ancaman non-konvensional belakangan ini, seperti perompakan, penangkapan ikan ilegal dan kejahatan trans-nasional lainnya.

Bagi Gabrielson, Indonesia merupakan salah satu mitra yang sangat strategis bagi AS dalam mempertahankan stabilitas dan keamanan di kawasan Pasifik sebelah barat. Itulah sebabnya, membina dan mengembangkan kerjasama militer dengan Indonesia merupakan tugas pokok Gabrielson sebagai Komandan Gugus Tugas 73 Angkatan Laut AS, yang melingkupi wilayah operasi Asia Tenggara.

Gugus Tugas 73 ini merupakan bagian dari Armada Ketujuh Angkatan Laut AS dan berlokasi di Singapura. Salah satu perwira yang memiliki karir cemerlang di Angkatan Laut AS, Gabrielson pada 27 Februari 2017 berkunjung ke Jakarta dan mengungkapkan kepada tim VIVA.co.id mengenai kerjasama dan tantangan bersama yang dihadapi militer Indonesia dan AS belakangan ini.

Dia juga bercerita panjang lebar mengenai latihan militer AS dan TNI, yaitu CARAT, yang tetap dilanjutkan tahun ini. Berikut petikan wawancaranya.      

Anda beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Apakah ada agenda khusus yang dibawa pada kunjungan kali ini?

Ada dua hal. Pertama, untuk memperingati 75 tahun Pertempuran di Laut Jawa semasa Perang Dunia Kedua, demi mengenang mereka yang gugur dalam peperangan itu. Kedua, adalah kami datang memenuhi undangan Pemerintah Indonesia menghadiri konferensi yang terkait dengan keamanan maritim. Kita akan berbagi pandangan mengenai situasi-situasi aktual yang tengah berkembang.

Setiap tahun ada sedikitnya 200 kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Salah satunya adalah Latihan Militer CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training). Bisa Anda jelaskan mengenai latihan gabungan itu dan apakah terus berlanjut tahun ini?

CARAT adalah program latihan tahunan yang telah berlangsung cukup lama. Ini adalah model latihan yang bersama kami dengan negara-negara mitra, salah satunya dengan Indonesia demi mengembangkan kemampuan mereka sesuai dengan kebutuhan.

Indonesia telah berpartisipasi dalam rangkaian program CARAT ini. Sudah 22 tahun kami menggelar latihan CARAT secara rutin dengan Indonesia. Jadi, latihan tersebut akan berlanjut lagi tahun ini.

Baik kami maupun TNI akan bersama-sama lagi berlatih, baik di laut dan darat. Lalu juga bertukar gagasan, dan lain sebagainya.

Kapan dan di mana CARAT tahun ini akan berlangsung?

Direncanakan berlangsung awal September 2017 di Jawa bagian timur, dekat lepas pantai Surabaya.

Berapa lama latihan gabungan ini akan berlangsung?

Ini akan berlangsung sekitar tujuh hingga sepuluh hari. Namun saat ini, kita pun sedang merencanakan untuk menggelar latihan lagi tahun depan. Namun, perencanaan latihan ini perlu pertimbangan yang matang dari masing-masing pihak, karena biasanya memakan biaya yang cukup besar bila menggelar latihan secara bersamaan di laut dan darat.

Apa saja kekuatan yang dikerahkan militer AS dalam latihan CARAT tahun ini?

Kami akan melibatkan setidaknya dua kapal Angkatan Laut AS. Mungkin dari pihak TNI kurang lebih sama.

Apakah terjadi peningkatan signifikan dari latihan CARAT antara Indonesia dan AS baik secara kualitas dan kuantitas dari tahun ke tahun?

Ya, kami menyaksikan perubahan yang signifikan dari negara-negara mitra dalam meningkatkan mutu dan kompleksitas latihan dan ini disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Kami terus meningkatkan kualitas dan kompleksitas latihan bersama yang mencerminkan sejauh mana investasi dan kerjasama militer kami dengan Indonesia, kami menyambut baik hal ini dan menyesuaikan apa yang diperlukan oleh negara. Sangat penting bagi kita untuk melakukan semuanya dengan benar.

Laksamana Muda Don Gabrielson Komandan Gugus Tugas 73 AL AS

Komandan Gugus Tugas 73 dari Angkatan Laut AS, Laksamana Muda Don Gabrielson, (kiri) saat diwawancara VIVA.co.id di Jakarta, 27 Februari 2017. (Foto: VIVA.co.id / Dinia Adrianjara)

Tentunya CARAT tidak sekadar latihan militer saja. Apa makna lain yang bisa dipetik dari program ini?

Bagi saya, latihan militer CARAT antara Indonesia dengan AS lebih dari sekadar latihan semata. Latihan ini juga membangun hubungan kepercayaan, yang bisa meningkatkan lebih banyak kerjasama lainnya di masa mendatang.

Banyak sebenarnya kegiatan yang kita lakukan. Tapi apa yang ingin kita capai dalam kerjasama ini adalah menciptakan kepercayaan dan kemitraan yang memungkinkan bekerjasama di masa depan.

Misalnya melalui hubungan antar-individu. Sehingga beberapa tahun ke depan, kalau kita berjumpa, kita ingat bahwa kita pernah bersama tergabung dalam operasi militer ini. Jadi tujuan kami adalah ingin membangun ikatan yang lebih erat.

Gugus Tugas yang Anda pimpin memiliki kapal perang canggih tipe LCS (Littoral Combat Ship), USS Coronado. Apakah USS Coronado akan terlibat dalam latihan gabungan tahun ini?

Coronado akan berada di sini untuk CARAT dan itu adalah kapal yang memiliki kemampuan sangat baik untuk jenis misi yang akan dilakukan dengan Indonesia. Kapal ini juga baru saja menyelesaikan patroli anti pembajakan di Laut Sulu.

Kekuatan sebenarnya dari kapal ini adalah memiliki kemampuan untuk mengkonfigurasi secara sangat cepat. Sebanyak 60 persen dari kapal ini biasanya kosong dan siap untuk membawa kontainer atau sistem lain di kapal untuk menyesuaikan misi yang akan dilakukan. Jadi ini kapal dengan kemampuan yang besar.

Berlanjut ke...Ancaman Bersama

TERKAIT
TERPOPULER
TUTUP