TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Amerika dan RI Bangun Kepercayaan dengan Latihan Militer
Maka AS tahun ini lanjutkan latihan militer gabungan dengan TNI.

Ancaman Bersama
 

Menurut Anda, apa tantangan atau ancaman yang harus diwaspadai Indonesia maupun Amerika akhir-akhir ini?

Yang paling besar jelas ancaman fisik. Tapi ini, tentu saja bukan jenis ancaman yang kita hadapi sehari-hari.  Yang kita inginkan tentu adanya stabilitas dan apa yang dilakukan dengan CARAT adalah untuk kembali menegakkan hal itu.

Kita ingin memastikan bahwa setiap negara memiliki hak untuk mengekspresikan kepentingan strategis dan berupaya untuk mendapatkan itu. Pada saat yang sama kita juga menghadapi ancaman trans-nasional, seperti pembajakan, aksi terorisme, dan ancaman lainnya yang terus berkembang seiring dengan bertambahnya populasi dunia.

Beberapa kejahatan lain seperti penangkapan ilegal  juga banyak dijumpai dan itu adalah satu dari banyak tantangan besar di seluruh dunia. Ini terus berkembang dan menjadi tantangan kita bersama.

Apakah Anda juga melibatkan warga sipil dalam pelatihan CARAT mendatang?

Setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda. Saya tidak tahu detail dari indonesia tentang yang spesifik organisasi yang akan tergabung di CARAT tahun ini. Tetapi terkadang ada beberapa lembaga luar yang mengamati interaksi ini.

Kapal perang AS USS Coronado

(Kapal perang AS, USS Coronado, akan berpartisipasi dalam latihan gabungan AS dan Indonesia, CARAT, tahun ini. Foto: Reuters)

Militer AS juga memiliki sejumlah kapal rumah sakit. Apakah kapal-kapal itu juga menunjang operasi gugus tugas Anda?

Ya, kita memiliki USNS Comfort dan USNS Mercy, yaitu kapal rumah sakit Angkatan Laut AS yang membantu mengoperasikan kegiatan, kapal yang sangat cepat membantu untuk memberikan bantuan ketika ada bencana. Seperti ketika di bencana Tsunami Aceh 2004, dunia perlu datang bersama-sama secara cepat untuk membantu memberikan bantuan kemanusiaan, membantu bangsa sampai stabilitasnya kembali.

Kapal rumah sakit ini memiliki cara bersama untuk membantu apabila ada kejadian darurat dan menjadi satu bagian dari misi besar kami. Setelah apa yang terjadi di Aceh, kita memulai latihan baru yang lebih serius yang bernama Kemitraan Pasifik dan akan dilaksanakan di Sri Lanka nantinya. Sri Lanka baru bergabung tahun ini. Latihan akan menghabiskan waktu selama beberapa bulan ke depan di sekitar Asia Tenggara.

Kita fokus kepada kegiatan yang saling berkoordinasi antara profesionalitas dan fokus menghadapi bencana. Di saat yang sama juga ada pihak militer dan organisasi non pemerintah yang datang bersama dan melakukan proyek untuk membantu bencana. Mereka membantu komunitas lokal. Indonesia juga berpartisipasi. Ada sekitar enam dari sebelas kegiatan yang diikuti oleh Indonesia dan kami selalu menyambut baik partisipasi itu untuk waktu ke depan.

Indonesia adalah negara yang rawan gempa dan tsunami. Ada kebutuhan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat setempat utk waspada dan antisipasi. Apakah Gugus Tugas Anda juga mendukung program itu?

Bencana alam adalah tantangan trans-nasional yang tidak mengenal batas-batas negara. Itu terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu yang baik, bahkan di waktu yang sangat buruk. Kita perlu kepaduan dan memiliki respons cepat. Semua orang harus datang bersama. Negara di kawasan perlu partisipasi bersama dan saya dengar hal ini sudah berkembang sangat baik.

Kerjasama militer yang terjalin selama ini apakah lebih banyak berasal dari permintaan Indonesia, ataukah lebih banyak inisiatif dari Amerika?

Saya pikir ini lebih karena kebutuhan kedua pihak. Kita memiliki lebih dari 200 aktivitas setiap tahun dan bervariasi, dari kerjasama yang kecil sampai dengan teknologi tinggi.

Ada pemahaman dan komunikasi yang sangat baik di sini. Sering kali kedua pihak negara duduk bersama dan membicarakan ide terbaru serta saling menawarkan solusi terbaik untuk setiap tantangan. Kita membicarakan solusi dan ini sangat baik.

Bagaimana pandangan pribadi Anda tentang Indonesia. Apakah stabilitasnya sudah membaik?

Saya pikir Indonesia telah melakukan pekerjaan besar dalam melawan teroris dan kaum radikal. Ada upaya bersama dan saya benar benar senang berkunjung dan bekerja sama disini. Saya pikir semua berlangsung dengan sangat baik.

Laksamana Muda Don Gabrielson Komandan Gugus Tugas 73 AL AS

Bagaimana pendapat Anda dengan konflik di Laut China Selatan, terutama dalam memastikan bahwa kebebasan bernavigasi tetap berlangsung di kawasan itu?

Saya pikit stabilitas dunia adalah kepentingan kami dan itu adalah tujuan utama dari setiap operasi. Kami ingin memastikan ini semua berjalan.

Tentang kebebasan bernavigasi, itu tidak ada unsur politik dan semua dilakukan sesuai dengan hukum internasional. Kami melakukannya dan ingin memastikan semua pihak mendapatkan manfaat.

Kami juga mengajak semua bangsa dan stabilitas adalah kepentingan kita. Kita juga telah melakukan operasi di kawasan Pasifik sejak tahun 1850 dan tidak ada yang berubah. Semua dilakukan dan dilanjutkan, tidak ada yang dikurangi, meski ada pergantian kepemimpinan.

TERKAIT
TERPOPULER
TUTUP