TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Jakarta Butuh Pemimpin yang Tidak Labil
Anies optimistis, namun Tuhan yang tentukan takdir di Pilkada DKI.

Jelang pencoblosan, masih ada black campaign (kampanye hitam), berita hoax, apa yang sebetulnya harus dilakukan dalam persoalan ini?

Pada akhirnya kembali pada kita. Sekarang informasi itu masuknya ke hp (handphone). Jadi, sensornya bukan di lembaga mana mana. Sensornya ada pada kita, karena itu kita harus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Kalau sesuatu enggak masuk akal ya jangan dimasukkan akal. Lalu kita harus bekerja untuk menunjukkan suatu pusat informasi yang benar yang mana. Kalau orang kritis tapi enggak tahu merujuknya ke mana dia enggak mengetahui benar salah. Karena itu mari semuanya membuat pusat. seperti kami, kami enggak mau sekadar berkoar ini banyak hoax, banyak fitnah. Kita buatkan aja fitnahlagi.com. ya silakan kalau Anda mau lihat fitnah, lihat aja di sini. Kalau hari ini sudah 80 fitnah dan hoax yang kita terima. Setiap hari diupdate. Sehingga seseorang menerima sesuatu benar ini enggak ya, oh hoax. begitu kira-kira.

Saran untuk persoalan ini?

Satu, kritis. Kedua, bagi kita-kita yang berada di publik buatkan pusat informasi, sehingga masyarakat bisa mengecek mana yang benar, mana yang tidak. Yang ketiga anjurkanlah kepada semua pihak. Janganlah mulai dengan, tapi anjuran moral. Yang keempat penegakan hukum. Kalau ada laporan terkait dengan kampanye hitam ditindaklanjuti sehingga membuat orang jera. Tetapi kalau enggak ditindaklanjuti orang enggak jera. Enggak apa apa tuh, didiamin. Karena itu ditindaklanjuti, ada hukuman yang tegas. Sehingga orang lain berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama.

Ada harapan misalnya penyelenggara pemilu lebih aktif menyaring berita hoax?

Sekarang produsennya dari mana-mana. Ada di tiap hp, di tiap komputer. Jadi, menurut saya janganlah kita membayangkan pengaturannya seperti era pradigital. Kalau ini pradigital bisa diatur. Zaman koran, masih jelaslah. Tapi, kalau koran dan televisi itu ada redaktur ada redaksi. Jadi, dikeluarkan itu dengan pertimbangan yang matang. Kalau sekarang enggak ada, dari renungan pribadi, keluarin-keluarin. Jadi, sekarang justru kalau menurut saya kalau ada diketahui pelakunya, tindak. Jadi jera.

Anda lihat peran Bawaslu dan KPU DKI sampai putaran dua ini bagaimana?

Tidak ada catatan khusus.

Apakah dua lembaga penyelenggara itu sudah menjalankan tugasnya dengan baik?

Kita berharap lebih baik lagi besok. Karena kita melihat kemarin di pilkada putaran pertama ada 542 TPS (tempat pemungutan suara) yang perolehannya suaranya 96 persen. Di Jakarta Barat, Jakarta Utara. Hanya di beberapa kecamatan saja. Cukup unik untuk sebuah pilkada, belum pernah terjadi sebelumnya di Jakarta. Pilpres juga enggak pernah terjadi dan di tempat itu enggak pernah terjadi sebelumnya. Jadi, kalau lihat catatan pilkada 2007-2012 enggak pernah terjadi. Nah, pengawas di tempat yang seperti itu harus ditingkatkan. Bukan hanya 542 TPS, tapi di tempat-tempat yang lain.

Untuk menanggulangi dugaan kecurangan di TPS yang Anda sebutkan tadi bagaimana?

Tegakkan aturan. Jumlah kertas suara tidak boleh lebih dari jumlah tertentu, kan 2,5 persen (dari DPT). Jadi, dengan begitu enggak ada penambahan-penambahan. Ternyata muncul banyak penambahan, kok bisa. Pengawasannya bagaimana. Saya ingatkan kepada semua, putaran pertama kita tidak memprotes. Kenapa masih ada putaran kedua, ya sudahlah itu semua jadi pelajaran bagi kita semua. Tolong jangan lagi diulang.

Termasuk temuan adanya dugaan ratusan surat keterangan palsu?

Tolong jangan diulang. Jangan rendahkan demokrasi warga Jakarta. Tidak menghormati. Kalau Anda menghormati warga Jakarta maka jujurlah. Berikan kesempatan bagi warga Jakarta untuk menentukan pemimpinnya tanpa ada intervensi dari manapun.

Selanjutnya...Dukungan relawan AHY

TERKAIT
TUTUP