TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Jakarta Butuh Pemimpin yang Tidak Labil
Anies optimistis, namun Tuhan yang tentukan takdir di Pilkada DKI.

Petahana sudah bikin video kampanye di medsos, Anda bagaimana dengan Sandiaga Uno?

Sudah ada.

Video kampanye Ahok-Djarot sempat jadi pro kontra karena dituding menyudutkan umat Islam?

Ya, kami-kami mau membangun persatuan. Kami tidak ingin membangun perpecahan. Karena itu kata-kata dipilih supaya mempersatukan bukan memecah. Kata-kata saja sudah memecah apalagi perbuatan. Karena itu pesan-pesan kita, video kita, bahkan serangan-serangan yang keras-keras itu kadang-kadang kalau dipikirkan bisa sakit hati, tapi kita enggak. Kita bikin jadi tweet jahat, santai saja. Karena kita membuat ini loh santai kok, ini festival gagasan, festival ide. Jadi, serangan-serangan juga kita respons sebagai sebuah, ya biasa aja. Santai aja, bahkan lucu jadinya.
Kenapa? karena kita tidak ingin mencekam warga Jakarta. Kami enggak mau mengirimkan pesan untuk mencekam, untuk menakut-nakuti, untuk membuat seakan-akan Jakarta ini berada dalam situasi bahaya. Ke mana-mana orang santai kok di Jakarta. Tenang-tenang saja. Kita ingin, kepemimpinan yang kami tawarkan adalah kepemimpinan yang membuat kita bahagia, membuat kita ceria. Bukan membuat kita suntuk, tegang sepertinya kayak mau Jakarta ini sudah habis-habisan, enggak. Karena itu pesan-pesan video kita juga begitu. Kita ingin mengajak warga Jakarta makin bersatu. Kebhinekaan itu kenyataan, fakta.

Bagaimana merawat kemajemukan kebhinekaan di Jakarta ini?

Tugas kita adalah memperjuangkan persatuan dalam kebhinekaan itu. Jadi, kebhinekaan itu fakta, jadi tidak ada perjuangan untuk kebhinekaan. Kebhinekaan itu fakta. Ada ratusan bahasa itu kenyataan. Yang diperjuangkan itu, apa mempersatukannya, itu yang diperjuangkan. Perjuangan untuk mempersatukannya. Bagaimana caranya? Kenapa kita konsen ke lapangan pekerjaan, pendidikan, biaya hidup yang cukup? Supaya ketimpangan itu bisa dibereskan. Selama ada ketimpangan bagaimana bisa membuat persatuan. Mungkin kita, persatuan dalam ketimpangan, tidak lah, persatuan itu dalam kesejajaran kesempatan. Ada rasa keadilan. Karena ada rasa keadilan ada rasa kedamaian. Karena ada rasa kedamaian muncul suasana persatuan.

Jadi, cara merawat kebhinekaan itu ada dengan membereskan ketimpangan, memunculkan rasa keadilan. Dari situ muncul persatuan. Hidup berjalan bersama-sama nanti. Itu sebabnya kenapa kita konsentrasi pada kesejahteraan. Bayangkan di Jakarta orang yang penghasilannya di bawah 1 juta itu 3 juta orang. Bagaimana coba penduduknya 10 juta cuma 1 juta. Anda tahu persis 1 juta bisa dipakai untuk apa di Jakarta. Kalau pemerintahnya enggak memikirkan manusianya, yang dipikirkan hanya benda matinya, ya sulit kita bicara merawat kebhinekaan.

Merawat kebhinekaan itu dengan membuat persatuan. Persatuan pakai itu tadi. Bereskan ketimpangan sehingga muncul kesejajaran. Muncul rasa keadilan dari situ muncul rasa kedamaian, dari situ muncul persatuan, sederhana sekali. Jadi, iklan-iklan, pesan-pesan kita positif aja. Kita tidak menggunakan hoax, kita tidak menggunakan kampanye hitam, kita tidak menakut-nakuti warga, kita enggak ngancam, enggak ngancam warga. Kita ingin, nih lihat kita akan berada dalam situasi yang seperti ini hoax. Kita malah ingin warga merasa ini loh kepemimpinannya menawarkan kebahagiaan, ketenangan, suasana bisa bekerja sama

Selanjutnya...Kriminalitas dan pengangguran

TERKAIT
TERPOPULER
TUTUP