TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Isu Pilkada DKI dan Demo Buruh Tak Pengaruhi Investasi
Yang dikeluhkan investor adalah inkonsistensi aturan pusat dan daerah.

Investornya siapa dan dari negara mana saja?

Kan selalu kita tidak berekspektasi. Singapura pasti, Jepang mesti, Tiongkok mesti. Mungkin bisa Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan. Tidak ada tiba-tiba Arab Saudi datang. Nah seperti Korea itu, sudah ada rencana dia di Cilegon Rp4,5 miliar yaitu Lotte. Tapi belum. Tahun kemarin sudah beli tanah, Krakatau Steel. Jadi sudah deal, dibayar mereka. Tinggal sekarang perlu detail, dan mungkin butuh waktu satu tahun. Jadi bisa baru tahun depan baru konstruksi. 

Tapi paling besar investasi yang masuk tahun ini negara mana?

Tetap Singapura. Dan belum ada negara lain jika kita melihat berdasarkan data komitmen investasi yang masuk. Di mana pada 2015 komitmen investasi masuk ada Rp1.800 triliun lebih, lalu pada 2016 ada 2.000 triliun lebih, dan sampai Maret 2017 ada Rp420 triliun pipeline. Lalu, kalau dijumlahkan ada Rp4.200 triliun belum terealisasi.

Kalau 50 persen dari seluruh komitmen investasi itu masuk, dampak bagi perekonomian seperti apa?

Komitmen investasi tahun 2016, itu belum tentu di tahun ini di realisir. Tergantung besarnya project. Batang itu sudah lama. Jadi mungkin ada satu proyek, tanahnya sudah, tapi proyeknya tahun 2019 muncul konstruksi. Kaya Batang itu lama. Pembebasan lahan itu lama, dan baru tahun ini konstruksi. Jadi bisa bertahap. Mungkin saja yang realisasi
tahun ini itu yang sudah komitmen sejak 2013 atau 2014. Tapi, mereka mau investasi. Minat itu besar. 

Investasi itu adalah sumber kedua terbesar kepada pertumbuhan. Setelah konsumsi, ada PMTB itu antara 32-35 persen. Yang ketiga itu government expenditure sekitar 9 persen. Keempat, ekspor dan impor. Jadi kalau konsumsi bisa naik, kalo masyarakat punya penghasilan, baru daya beli mereka naik. Penghasilan mereka itu ada kalau mereka punya pekerjaan. Pekerjaan itu darimana kalau ada investasi. Efeknya begitu. Ada investasi katakanlah di Boyolali, bisa menyerap 10 ribu tenaga kerja. Bayangkan kemudian efeknya ke daerah. Berapa banyak muncul
warung makan, tempat kos, usaha catering, transportasi. Efeknya sangat besar. Ini seharusnya yang dipikirkan daerah.

Jadi terkadang itu sering kita dengar. ‘Enak saja pengusaha itu. Keenakan dia dimudahkan terus. Enak di dia, kita dapat apa’. Nah sebetulnya, ada pertumbuhan ekonomi dia dapat pajak. Industri muncul, NJOP naik. PBB naik. Kan begitu. Kadang-kadang kalau datang investasi, ‘berapa triliun? Kok tidak ke kita menetes?’ kan bukan seperti itu. Larinya ke pajak daerah, hiburan, makanan.

Presiden kemarin kecewa dengan kedatangan Raja Arab, karena nilai investasi yang terlalu kecil?

Bukan kecewa. Saya memaknai ucapan Presiden itu adalah, ini antara komitmen sama dengan komitmen. Rencana sama rencana yang belum tentu terealisir. Di sana, let say US$25 miliar, di sini cuma US$8 miliar. Tapi jangan lupa, Arab Saudi datang ke China itu untuk menjual saham IPO Aramco. Jangan lupa itu. Justru mau menyedot uang dari China, karena mau jual saham. Kalau mereka jual saham di situ, perusahaan China beli saham di situ. Hati-hati loh.

Pertemuan Raja Salman dan Presiden Jokowi di Istana Bogor

Jadi Arab Saudi tidak investasi dong di sana?

Makanya saya bilang hati-hati. Yang perlu kita cermati adalah minat yang sudah ada. Yang sudah di MoU itu yang perlu kita realisasikan, yang sama Aramco itu. Setahu saya itu yang besar. Saya kurang tahu listnya, saya belum pernah liat dan belum ada pengajuan permohonan investasi. Itu sebetulnya MoU ke MoU. Kesepakatan awal.

Jadi belum izin prinsip ya?

Belum. Ada yang bilang, ‘Hey kita ini dibandingkan komitmen (investasi) di China itu kecil.’ Nah, yang kecil ini direalisir dong. Jadi sebetulnya, antara rencana ke rencana. Jangan yang kecil tidak direalisir. Harusnya kita yang aktif. Jangan kita bos besar nunggu. Ini seharusnya pihak-pihak seperti Pertamina yang harusnya yang mendekati terus kepada Aramco. Bagaimana? Apa lagi yang diperlukan? Studi apalagi? Ini kan masih banyak tahapan selanjutnya. (adi)
 

TERKAIT
TERPOPULER
TUTUP