TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Ekspansi Pasar Terhambat Regulasi
Selama UU masih sangat rigit, akan sulit menjual produk-produk Pindad.

Artinya ada yang diekspor?

Ada. Misalnya permintaan Anoa Gurun dari salah satu negara di Timur Tengah yang sekarang masih dalam tahap negosiasi. Begitu juga dengan amunisi, dengan senjata kami masih dalam tahapan-tahapan negosiasi.

Berapa persen produk Pindad yang diekspor?

Posisi sekarang masih 80-20 persen. Tetapi tahun ini meningkat menjadi 70-30 persen. 70 persen untuk kebutuhan dalam negeri, 30 persennya kami coba ekspor.

Diekspor ke negara mana saja?

Kalau bicara militer kami tidak bisa buka-bukaan semuanya. Karena agak sensitif kalau negara-negara itu kami sebut.

Produk apa saja yang diekspor?

Amunisi, kemudian senjata, pistol, dan bom, termasuk panser.

Pemerintah meminta Pindad untuk melakukan inovasi. Tanggapan Anda?

Arahan Bapak Wapres waktu saya diundang, beliau memang meminta agar kami melakukan ekspansi bisnis.

Lalu, apa tindak lanjut dari arahan Wapres?

Melakukan joint operation. Sudah beberapa penawaran, bahkan sudah ada beberapa agreement partnership yang sudah kami teken, dan sekarang masuk ke dalam tahapan implementation agreement, untuk membuat amunisi kaliber 556 dan kaliber 762 MM, MKB mulai dari 20, 30, 105, 155. Selain itu, akan ada investor untuk ikut membangun fasilitas produksi amunisi kaliber kecil kami dan amunisi kaliber besar. 

Apakah kerja sama dengan luar negeri dibolehkan?

Di Undang Undang Industri Pertahanan, kami belum boleh melakukan joint venture. Tetapi kalau joint marketing, joint production itu bisa. Ini salah satu strategi kami untuk melakukan strategic partnership guna mengimplementasikan arahan dari Bapak Presiden dan Bapak Wapres untuk menjual produk-produk pertahanan yang diproduksi PT Pindad.

Negara atau lembaga apa saja yang menjalin kerja sama dengan Pindad?

Selama ini kami masih G to G ya, tidak antarlembaga. Jadi kerja sama negara, semuanya negara.

Kerja sama dengan Tata Motors termasuk G to G?

Tata Motors itu bermula pada kunjungan Bapak Presiden ke India beberapa waktu lalu, ini kami follow up. Kebetulan saya ikut dalam rombongan tersebut, bagaimana kami bisa menjalin kerja sama dengan India. Nah, PT Pindad bekerja sama dengan Tata Motors, ada dua hal yang kami bahas dan lakukan penandatanganan MoU bersama mereka, salah satunya adalah kendaraan komersial dan kendaraan militer. 

Kendaraan komersial?

Kendaraan komersial menarik bagi Pindad, karena ternyata sasisnya sama. Mau dipakai di militer, mau dipakai di komersial itu sama, sehingga kami bisa melakukan efisiensi di sisi waktu dan harga. Di komersial kami akan coba masuk di kendaraan truk pengangkut personel. Kemudian kami akan masuk di kendaraan water cannon dengan menggunakan teknologi dari mereka. Jadi itu G to G, hanya saja implementasinya antara PT Pindad dan Tata Motors.

 

Selain India apakah ada kerja sama dengan negara lain?

Ada kerja sama pengembangan dan ada kerja sama penjualan. Selain dengan India ada juga dengan beberapa negara Timur Tengah. Kemudian negara-negara Asia yang sudah berjalan. Bahkan, ada sejumlah negara baru yang mencoba bekerja sama penjualan, kerja sama produksi, bahkan ikut investasi.

Selain alutsista, Pindad juga memproduksi nonalutsista, bagaimana perkembangannya?

Pindad ini ada dua direktorat, satu Direktorat Bisnis Militer dan Direktorat Industrial. Bisnis di industrial itu ada cor dan tempa untuk peralatan-peralatan rel kereta api, kemudian untuk divisi Marine di pelabuhan atau kapal kami buat crane, dan alat support kapal lainnya. Kemudian ada bahan peledak juga, tetapi untuk komersial yang kami jual untuk digunakan di lahan tambang, kemudian ada alat berat, eskavator. Kami juga memproduksi alat-alat pertanian juga. Itu semua yang non-military.

Apakah itu semua juga diekspor?

Itu semuanya sekarang masih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Mulai dari eskavator, traktor, traktor tangan. Kemudian marine itu banyak sekali galangan-galangan kapal yang bekerja sama dengan Pindad. Kereta api yang breaking system itu dari Pindad. 

Saat ini lebih banyak mana, yang produk militer atau nonmiliter?

Kalau sekarang masih 70 persen military, 30 persen yang industrial. Tetapi ke depan visi kami adalah melakukan juga penajaman di sisi industrial. 

Kenapa?

Karena yang diukur dalam pendapatan di BUMN itu kan minimum pertumbuhan pendapatan 12 persen. Jadi kami memang harus naik pendapatan per tahunnya. Nah, itu dari sisi mana? Sisi military dan maupun dari sisi industrial pastinya. Sehingga tagline Pindad ke depan bagaimana kami bicara membangun incorporated yang unggul. Itu kami sudah bicara Pindad baik dari segi produksi industrial maupun military.

Selanjutnya, soal industri pertahanan hingga kendala ekspansi

TERKAIT
TERPOPULER
TUTUP