TUTUP
TUTUP
WAWANCARA
ANALISIS
Tugas Pemilu Raya 2019 Berat, Regulasi Molor
KPU bersiap cetak sejarah gelar Pemilu Raya 2019 yang digelar serentak

Fenomena Pilkada Jakarta

Bagaimana Anda menilai Pilkada serentak 2017?

Tren pelaksanaan pemilu ya, baik pemilu nasional, pileg mulai dari 2014, 2009, sampai dengan pilkada, mulai dari 2005, awal pertama pilkada, sampai yang terakhir 2017 di DKI, saya melihat secara umum lebih baik proses pelaksanaannya. Ya didukung oleh regulasi yang semakin baik, didukung oleh pemahaman penyelenggara pemilu yang semakin baik, termasuk publik juga semakin tahu. Apa, bagaimana pemilu dan bagaimana mewujudkan pemilu yang lebih baik. Jadi, semua komponen mempengaruhi. Media juga memengaruhi.

Apa upaya KPU pertahankan peningkatan partisipasi pemilih sejak pilkada serentak 2017?

Banyak cara dilakukan KPU, mulai peningkatan sosialisasi, strateginya juga diubah supaya lebih menarik bagi masyarakat. Tetapi yang memengaruhi tingkat partisipasi itu kan bukan hanya KPU. Bukan hanya cara sosialisasi KPU. Bukan hanya cara KPU mengemas pemilunya itu sendiri, menjalankan pemilunya itu sendiri.

Transparan, akuntabel. Itu kan juga mempengaruhi orang untuk menggunakan hak pilihnya atau tidak. Tapi, peserta pemilu pun juga mempengaruhi, gitu loh. Peserta pemilunya itu menarik tidak, bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Nah, di DKI itu kemarin, partisipasinya tinggi karena semua mempengaruhi. KPUnya mempengaruhi, Bawaslunya mempengaruhi, pemerintah daerahnya memengaruhi, termasuk kandidatnya mempengaruhi.

Jadi, untuk kesuksesan pemilu itu, tidak bisa hanya digantungkan kepada KPU, hanya disandarkan kepada KPU. Semua komponen itu mempengaruhi. Tokoh agama, tokoh masyarakat, peserta pemilunya sendiri, penyelenggara pemilunya sendiri. Bahwa KPU mempunyai peran besar, iya. tapi tidak bisa hanya digantungkan kepada KPU.

Pilkada Jakarta seperti punya fenomena, seperti isu sentimen agama. Bagaimana cara KPU agar hal ini tak terulang?

Kompetisi di mana pun, selalu akan dikaitkan dengan aspek apa pun. Cara KPU, membuat kompetisi ini berjalan dengan baik, adalah menjaga independensinya. Sepanjang KPU dapat menjaga independensinya, sekeras apapun iklim kompetisinya, orang tetap akan percaya terhadap hasil kerja KPU.

Nah, kalau orang percaya terhadap hasil kerja KPU, maka kerasnya kompetisi itu tidak akan menjadi konflik. Keras memang kompetisi. di mana pun kalau ada kompetisi, selalu akan berlomba-lomba dengan berbagai macam cara. Tapi, sepanjang KPUnya juga mampu menjaga independensinya, dia bekerja dengan profesional, ya tidak apa-apa. Tidak akan terjadi konflik. Tetapi kalau KPU tidak mampu menjaga itu, tidak bisa bekerja independen, tidak bisa bekerja dengan profesional, maka itu memicu konflik, begitu

Apakah Anda melihat pelaksanaan Pilkada serentak 2017 berjalan lancar?

Sejauh ini iya. walaupun ada beberapa hal yang harus diperbaiki. misalnya soal data pemilih, soal kecepatan untuk mempublikasi hasil pemilunya. Itu tentu akan kita perbaiki. Tapi, so far, semua berjalan baik

Apakah minimnya laporan sengketa ke Mahkamah Konstitusi jadi acuan?

Iya. kan publik juga bisa menilai sendiri. Anda lihat, kompetisi yang berlangsung sangat keras di putaran pertama. Tapi semua orang menghormati hasil yang sudah dikerjakan KPU di tahap pertama. Putaran kedua begitu keras juga. tapi saat pemilukada selesai, Anda melihat semua orang menghargai hasilnya. tidak ada sengketa di Mahkamah Konsitusi. Bahwa, banyak orang memberi kritik, ya. Kritik itu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, agar pelaksanaan ke depan, hal-hal ini bisa kami perbaiki.

Kotak Suara Siap Didistribusikan

Ilustrasi kotak suara pemilu.

Selanjutnya...Harapan untuk DPR

TERKAIT
TERPOPULER
TUTUP